Hari ini aku akhirnya memberanikan diri memasak rendang sendiri. Ibu sudah dari lama mengajari, tapi entah kenapa selalu ada alasan untuk menunda.
Jam 9 pagi aku mulai menggiling bumbu. Bawang merah, bawang putih, cabai merah, jahe, lengkuas, serai — tangan kiriku pegal setelah sepuluh menit. Blender di kontrakan sudah setengah mati.
Tapi aroma yang menguar dari wajan itu... luar biasa. Seperti pulang. Seperti dapur rumah Ibu di Padang yang selalu mengeluarkan asap dari pagi.
Rendangnya tidak sempurna — kuah belum benar-benar mengering, dagingnya sedikit keras. Tapi aku makan dua piring. Dan menelepon Ibu sambil menangis. Dan..