Seminggu berlalu. Lara tidak bertemu Rivan lagi, tapi ia tidak bisa berhenti memikirkan percakapan itu. Kalimat-kalimatnya yang singkat tapi berbobot. Cara ia mendengarkan seolah setiap kata penting.
Saat membuka tasnya untuk mengambil dompet, selembar kertas kecil jatuh. Tulisan tangan rapi: nomor dan nama. Rivan. Di bawahnya, satu kalimat: "Kalau hujannya datang lagi."
Lara menatap kertas itu lama. Lalu, dengan jantung berdegup lebih cepat dari biasanya, ia mengetik nomor itu ke ponselnya.