Lab riset QuantumEdge, pukul 02.17 dini hari.
Arkan Wiradi, 28 tahun, sedang berdiri di depan layar holografik ketika alarm pertama berbunyi. Bukan alarm kebakaran. Bukan serangan siber. Ini adalah alarm yang ia sendiri program setahun lalu dan berharap tidak pernah berbunyi.
Anomal Quantum: Detected.
Dimensional Rift: ACTIVE.
Location: Sector 7-G
"Tidak mungkin," bisiknya.
Tapi data tidak berbohong. Di sudut laboratorium yang selalu ia anggap sebagai area "eksperimen gagal", sebuah lingkaran cahaya kebiruan berputar perlahan. Tingginya sekitar dua meter. Stabil. Bergetar pada frekuensi 7,83 Hz — persis frekuensi Schumann yang ia gunakan sebagai parameter dasar.