Arkan melangkah masuk dengan satu langkah kecil yang mengubah segalanya.
Dimensi ke-7 bukan ruang kosong yang ia bayangkan. Ini kota — kotanya — tapi dengan langit yang sedikit terlalu ungu dan cahaya matahari yang terasa lebih hangat dari biasanya.
Dan di depannya, berdiri seseorang yang wajahnya ia kenal betul. Dirinya sendiri. Tapi versi ini mengenakan jas rapi, rambut tertata, dan... cincin kawin di jari manis kirinya.
"Akhirnya kamu datang," kata versi lain Arkan itu dengan senyum tenang. "Aku sudah menunggu empat tahun."